Jumat, 20 Oktober 2017

Oktober 20, 2017
Ini Isi Surat Luar Biasa Dari Korea Utara
Pokervqq - Perdana Mentri Australia menolak surat luar biasa dari Korea Utara untuk Parlemen Australia dan sejumlah negara lain. Dia menyebutkan isi surat tersebut sebagai kata-kata kasar untuk Donald Trump dan sebuah pertanda bahwa Pyongyang mulai merasakan tekanan dari sanksi yang semakin meningkat.

Surat dari Komite Luar Negeri Korea Utara, yang berjudul ''Surat Terbuka untuk Parlemen di Berbagai Negara'' menyerang Trump terhadap pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan lalu. Saat itu, Trump mengancam untuk menghancurkan Korea Utara jika diprovokasi.

Perdana Menteri Malcom Turnbull menyampaikan bahwa surat tersebut dikirim ke banyak negara lain dan juga Australia. Trunbull sebelumnya telah berjanji untuk membantu Amerika Serikat, sekutu perjanjian pertahanan, dalam sebuah konflik dengan Pyongyang.

''Sebenarnya tidak banyak yang mengatakan tentang Australia. Pada dasarnya adalah sebuah kata-kataan tentang betapa buruknya Donald Trump,'' kata Turnbul seperti dikutip dari Washington Post, Jumat (20/10)

''Ini konsisten dengan teriakan mereka dan mengeluh tentang Donald Trump,'' ujarnya, menambahkan bahwa Korut yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dengan mengancam untuk menembakan rudal nuklir ke Jepang. Korea Selatan dan AS.

Turnbull tidak mengatakan bahwa Korut sebelumnya juga mengancam serangan rudal tehadap Australia, yang menjadi tempat bagi Korps AS di pesisir utara.

Turnbull menyatakan bahwa surat tersebut merupakan reaksi terhadap sanksi yang meningkat dengan suara bulat disetujui oleh Dewan Keamanan PBB pada 11 September lalu. Sanksi tersebut adalah sebagai tanggapan atas uji coba nuklir keenam Korut seminggu sebelumnya.

''Saya pikir mereka mulai merasakan tekanan dan itu kerena China, dengan kreditnya yang besar, meskipun sejarah panjang dan sangat dekat dengan Korea Utara, adalah bagian dari sanksi global termasuk membatasi ekspor minyak ke Korea Utara,'' terang Trunbull.

''Jadi semakin ketat sanksi ekonomi yang diterapkan, semakin besar prospek kita menyelesaikan situasi itu tanpa konflik,'' sambungnya.

Sanksi yang terakhir melarang Korut mengimpor semua minyak dan kondensat gas alam, serta menghentikan impor minyak mentahnya. Saksi tersebut juga melarang semua ekspor tekstil, melarang semua usaha patungan dan operasi koperasi, dan juga melarang setiap negara mengizinkan izin kerja baru untuk pekerja asal Korea Utara - sumber utama pamasukan untuk negara Asia timur laut itu.

Surat tersebut dikirim dari Kedutaan Besar Korea Utara ke Jakarta ke Kudutaan Besar Australia di Indonesia pada tanggal 28 September.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan itu adalah surat pertama kepada seorang menteri luar negeri Australia yang dikirim oleh Korut. Korea Utara biasanya berkomunikasi melalui kantor berita KCNA.

Agen Poker Online - Kantor Bishop menyatakan menteri tersebut tidak mengetahui negara-negara lain yang menerima surat terbuka tersebut, yang mengatakan bahwa AS membuat resolusi sanksi ilegal.

0 komentar:

Posting Komentar