Rabu, 11 Oktober 2017

Oktober 11, 2017


Pokervqq - Bulan lalu, sebuah penelitian diajukan untuk menyarankan agar susu coklat bisa bermanfaat bagi remaja yang baru pulih dari gegar otak. Tidak mengherankan, penelitian ini didanai oleh industri susu. Selama beberapa dekade, pemasar susu telah menyebarkan informasi yang menyesatkan tentang manfaat kesehatan dari produk susu.

Berkat kampanye pemasaran ini, mitos susu berlimpah dalam budaya kita. Tapi sains tidak mendukung mereka. Mari kita lihat lima klaim umum tentang produk susu:

Mitos 1: Susu membangun tulang yang kuat.

Hubungan susu dan tulang adalah salah satu mitos susu yang paling meresap. Satu studi Harvard berskala besar mengikuti 72.000 wanita selama dua dekade dan tidak menemukan bukti bahwa minum susu dapat mencegah patah tulang atau osteoporosis. Studi lain terhadap lebih dari 96.000 orang menemukan bahwa semakin banyak pria susu dikonsumsi sebagai remaja, semakin banyak patah tulang yang mereka alami saat orang dewasa. Demikian pula, penelitian lain menemukan bahwa gadis remaja yang mengkonsumsi kalsium terbanyak, kebanyakan dalam bentuk produk susu, berisiko lebih besar mengalami fraktur stres daripada yang mengkonsumsi lebih sedikit kalsium.

Mitos 2: Minum susu bisa membantu menurunkan berat badan.

Sementara pengiklan ingin Anda percaya bahwa minum susu bisa membuat Anda langsing, penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa produk susu menawarkan sedikit manfaat untuk pengendalian berat badan. Salah satu penelitian besar bahkan menemukan bahwa produk susu dapat menyebabkan penambahan berat badan. Pada tahun 2005, Komite Dokter mengajukan petisi FTC untuk segera mengakhiri kampanye menyesatkan industri susu tentang susu dan pengendalian berat badan. Sebagai tanggapan, pemerintah tidak lagi mengizinkan kampanye periklanan untuk mengklaim bahwa produk susu menyebabkan penurunan berat badan.


Mitos 3: Susu adalah "makanan sempurna alam".

Susu sapi mungkin ideal untuk menumbuhkan bayi sapi, tapi makanan ini jauh dari makanan yang sempurna untuk manusia. Lebih dari 60 persen orang adalah intoleran laktosa, yang dapat menyebabkan gejala tidak nyaman seperti kram, diare, dan kembung. Konsumsi rutin produk susu juga dikaitkan dengan kanker prostat, kanker paru-paru, kanker payudara, dan kanker ovarium.

Mitos 4: Anak-anak membutuhkan susu agar sehat.

Setelah bayi disapih dari ASI atau susu formula, mereka tidak memerlukan jenis susu untuk menjadi sehat. Konsumsi susu selama masa kanak-kanak bahkan dikaitkan dengan penyakit kolik dan diabetes tipe 1. Studi lain tidak menemukan bukti bahwa susu rendah lemak berperan dalam mencegah obesitas masa kecil.

Mitos 5: Susu sehat jantung.

Agen Poker Online -Susu dan produk susu lainnya merupakan sumber utama penyumbatan lemak jenuh arteri dalam makanan Amerika. Produk susu juga mengandung kolesterol diet. Diet tinggi lemak, lemak jenuh, dan kolesterol meningkatkan risiko penyakit jantung, yang tetap merupakan pembunuh utama Amerika.

0 komentar:

Posting Komentar