Kamis, 03 Agustus 2017

Agustus 03, 2017

DOMINO 99


Jadi Negara Dengan Ribuan Kepulauan, Pakar Ekonomi Sebut Indonesia Wajar Mengimpor Garam
Sebagai negara dengan ribuan kepulauan, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengimpor garam, hal tersebut menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat. Bagi salah seorang penasihat Ekonomi Indonesia menjelaskan bahwa hal tersebut sangat wajar.

Penasihat Senior Bidang Ekonomi Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero menuturkan, kualitas garam di Indonesia kurang begitu baik meski memiliki garis pantai yang panjang.

Hal itu lantaran kondisi geografis Indonesia dan tak semua pantai dapat digunakan untuk produksi garam. Pantai landai yang hanya bisa digunakan untuk produksi garam. Produksi garam tersebut pun dilakukan saat musim kemarau.

Domino 99 - Jadi Negara Dengan Ribuan Kepulauan, Pakar Ekonomi Sebut Indonesia Wajar Mengimpor Garam 
Domino 99 - Poltak menuturkan, kalau produksi garam tersebut bukan hanya dikeringkan di tepi pantai. Akan tetapi juga ada lewat tambang garam yaitu sisa laut purba yang sudah mengering yang seperti di bawah tanah Eropa. Oleh karena itu, Poltak menuturkan, negara seperti Belanda dapat produksi 5 juta ton gram. Domino 99

"Atau kota Salzburg menjadi pusat garam Eropa selama ratusan tahun, padahal Austria tidak punya garis pantai sama sekali," kata dia.

Poltak menambahkan, konsumsi garam sekitar 85 persen di Indonesia untuk kebutuhan industri. Garam menjadi bahan baku industri mulai dari industri kulit, kaca, pupuk dan lain-lain. Poltak menuturkan, garam dapat dipecah menjadi Natrium dan gas Chlorium sebagai bahan baku industri dasar.

"Untuk garam industri yang perlu tingkat kemurnian dan tingkat kekeringan tinggi memang tidak ada pilihan lain selain impor agar industrinya kompetitif," kata Poltak.

Poltak menuturkan, kualitas garam di Indonesia memiliki tingkat kekeringan di bawah 97%. Selain itu, garam laut Indonesia dikeringkan dalam periode maksimum 1 bulan. Menurut Poltak, garam yang ditambang sudah dikeringkan alam selama jutaan tahun.

Poltak menambahkan, garam konsumsi langsung dipakai dapat menggunakan garam produksi di Indonesia.

Diperkirakan kebutuhan garam di Indonesia mencapai 4,3 juta ton pada 2017. Kebutuhan garam untuk konsumsi mencapai 750 ribu ton per tahun. Sedangkan kebutuhan industri mencapai 3 juta ton per tahun.

Pada 2016, Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia menyatakan, petani garam dalam negeri hanya mampu produksi garam sektiar 144 ribu ton. Sekitar 30 ribu ton disumbang petani garam yang berada di Jabar.

0 komentar:

Posting Komentar