DOMINO 99
![]() |
Seorang pria dibakar massa karena telah dituduh mencuri benda dari mesjid. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebelum dibakar massa pria yang diduga maling salah sasaran tersebut sempat melarikan diri.
Belakangan diketahui, pria malang tersebut hanya merupakan korban salah sasaran warga, karena ampli di masjid yang dimaksud masih utuh. Kejadian miris itu ramai diviralkan sejumlah netizen.
Awalnya, pria yang disebut-sebut berprofesi sebagai tukang servis televisi itu hendak salat Ashar di masjid Desa Muara Bakti. Ia terpaksa membawa ampli miliknya ke dalam masjid karena khawatir akan hilang jika ditaruh di atas jok motor.
Domino 99 - Pria Tidak Bersalah, Dibakar Massa Karena Dituduh Curi Amplifier di Mesjid
Domino 99 - Nahas, pria tersebut justru disangka telah mencuri ampli di masjid itu. Ia menjadi sasaran kemarahan warga. Meskipun sudah mencoba berlari ke kampung lain, warga tetap mengejar dan mengamuk pria itu. Domino 99
Ia bahkan disiram bensin lalu dibakar hidup-hidup. Pria itu akhirnya tewas dengan luka bakar parah, tanpa ada yang menolong.
⠀
"Dari pihak keluarga korban, hanya bisa pasrah dan diam menerimanya. Karena orang yang tidak mampu. Memaafkan dan tidak memperkarakannya. Smg husnul khotimah ya pak. orang-orang yang telah mendzolimi dan melakukan tindakan keji pada bapak semoga mendapat hidayah atas tindakannya.
⠀
"Buat keluarga bapak almarhum yang ikhlas dan sabar nggih. Semoga ada berkah di balik musibah ini. Kepada masyarakat di seluruh Indonesia umumnya dan para pelaku main hakim sendiri di sini bukalah mata dan hati kalian, lihatlah dan saksikan, bahagiakah bila kalian bisa menghakimi sesama manusia?
⠀
"Tidak takutkah akan penghakiman dirimu nantinya di akhirat tentang pertanggungjawabanmu atas perbuatan mu. viralkan agar tdk Ada lg kejadian seperti ini. Cukup ini yg terakhir Kali Dan jgn pernah terjadi lg,"
⠀
"info tambahan: Subhanallah, ada lafadz Allah di Kepala korban. Semua hanya rahasia Allah," tulis Yuni Rusmini Facebook.
Source

0 komentar:
Posting Komentar