Peneliti Pecahkan Misteri Matematika Berusia 3.700 Tahun
Pokervqq - Sebuah misteri matematika telah berhasil dipecahkan oleh para peneliti dari Australia. Misteri matematika tersebut tersembunyi hampir 4 milenium pada tablet yang dibuat dari tanah liat dan telah berusia 3.700 tahun.
Dilansir laman Okezone dari Dailymail.co.uk, para ahli percaya bahwa kode yang berhasil dipecahkan tersebut merupakan kode peninggalan Babilonia yang dikenal sebagai Plimpton 322. Mereka mengatakan bahwa ini menunjukkan budaya Mesopotamia kuno.
Penemuan ini menjadikannya sebagai tabel trigonometri paling awal dan paling akurat di dunia. Tabel ini diperkirakan untuk menghitung bagaimana membangun istana, kuil, dan kanal.
Peneliti dari University of New South Wales (UNSW) di Sydney telah mempelajari tablet tersebut yang ditemukan pada awal 1990-an di wilayah yang kini menjadi wilayah selatan Irak. Tablet tersebut diduga berasal dari kota kuno Sumni, Larsa dan telah diberi tanggal antara 1822 dan 1762 SM.
Salah satu pandangan yang diterima secara luas adalah bahwa tablet tersebut hanyalah sebuah alat bantu untuk guru yang dapat membantu mereka dalam memeriksa hasil siswa dari masalah kuadratik.
Tapi Dr Mansifield dan Dr Wildberger percaya bahwa tablet ini merupakan sebuah kalkulator kuno untuk menghitung persamaan trigonometri yang kompleks. "Plimpton 322 telah membuat bingung matematikawan karena disadari itu berisi pola khusus dari angka yang disebut tripel pitagoras," ungkap Dr Mansifield.
Tablet trigonometri memungkinkan orang untuk menggunakan 1 rasio yang diketahui dari sisi ketiga siku-kanan untuk menentukan 2 rasio yang tidak diketahui lainnya. Astronom Yunani, Hipparchus telah lama dianggap sebagai bapak trigonometri dengan tabel akord pada sebuah lingkaran yang dianggap sebagai tabel trigonometri tertua.
Agen Poker Online - Tetapi setelah misteri ini terpecahkan Plimpton 322 ternyata sudah ada lebih dari ribuan tahun. "Tablet ini tidak hanya berisi tabel trigonometri tertua di dunia, ini juga satu-satunya tabel trigonometri yang benar-benar akurat, karena pendekatan Babilonia yang sangat berbeda terhadap aritmatika dan geometri," tambah Dr Wildberger. (Source: Okezone)

0 komentar:
Posting Komentar