![]() |
| Tak layak huni, janda miskin di Pamulang berharap bantuan bedah rumah |
Jerat kemiskinan setelah lama ditinggal suami membuat keluarga Fitarsih (54), cemas. 12 Tahun lebih Fitarsih menjanda setelah ditinggal sang suami alm Sahlani tahun 2005 lalu. Bersama tiga orang anak yang masih sekolah pada waktu itu, Fitarsih berjuang berjualan apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
BANDARQ - Kini badannya semakin renta, tenaganya juga tak sekuat dulu yang gesit ke sana ke mari. Bersyukur, dua anaknya telah tamat SMA, dan tinggal si bungsu yang masih duduk di bangku SMAN6 Kota Tangerang Selatan.
"Kalau kakak-kakaknya sudah kerja, dan kalau ada rezeki paling bisa buat bantu uang saku adiknya yang sekolah," ucap Fitarsih Senin (28/8).
Menurutnya, penghasilan dua anaknya tak seberapa yang bekerja dengan modal ijazah SMA. Apalagi anak pertamanya telah memiliki keluarga sendiri.
Fitarsih menjadi potret getir, sulitnya merengkuh kehidupan yang cukup, di Kota Tangerang Selatan yang baru seumur jagung ini berpisah dari Kabupaten Tangerang.
Karena hanya mengandalkan topangan rezeki dari anak-anaknya, Fitarsih yang sudah didera banyak penyakit tak lagi bisa bekerja. "Uang dari anak-anak buat sekolah si bungsu, sama buat kebutuhan makan sehari-hari," ucapnya.
Pilunya lagi, dengan kemiskinan yang menjeratnya, Fitarsih bertambah cemas lantaran rumah yang ditinggalinya bersama Dian anak kedua, dan Ismi (bungsu) mengalami banyak kerusakan dan nyaris roboh.
"Nabung sedikit-sedikit buat benerin yang bocor saja, karena dari pertama punya rumah ini belum pernah direnovasi," ucap dia.
Rumah yang beralamat di Komplek perumahan Departemen Agama Blok 7 E3, RT 004/RW 007, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang ini jauh dari kata layak, dan bahkan membahayakan penghuni rumah.
DOMINO 99 - Menurut Dian, anak kedua Fitarsih, rumah itu dibeli ayahnya yahun 1992 lalu, saat ini hampir semua bagian rumahnya bocor.
"Kalau ditanya bocor, semua sisi rumah bocor kalau ada hujan. Kusen kusen jendela juga pada lapuk. Tapi memang begini adanya," ucap dia pasrah.
Sebenarnya, sudah ada juga dari Kepolisian, Kecamatan dan Dinas Pemkot Tangsel yang melakukan pengecekan.
"Memang katanya mau dapat bantuan bedah rumah, tapi sampai sekarang belum dapet informasi lagi. Mudah-mudahan bisa cepet dibantu, karena kalau tidak sangat terpaksa kami ngeri juga sebenarnya untuk ditempati," terangnya. DewaPokerQQ

0 komentar:
Posting Komentar